Jumat, 13 Juni 2014

KONSEP DASAR LUKA

A.    PENEGERTIAN
·         Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas  jaringan tubuh, yang dengan menyebabkan terganggunya fungsi tubuh shg dengan mengganggu aktivitas sehari-hari
·         Luka adalah rusaknya struktur & fungsi anatomis normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal & mengenai organ tertentu
·         Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan (R.Sjamsu Hidayat, 1997)
·         Luka adalah tergggunya (disruption) integritas normal dari kulit & jaringan dibawahnya yang terjadi secara tiba-tiba atau disengaja, tertutup atau terbuka, bersih atau terkontaminasi, superfisial atau dalam (Koiner & Taylan)

B.     KLASIFIKASI LUKA

v  Berdasarkan sifatnya :
a)     Luka akut
·        Adalah luka yang sembuh sesuai dengan periode waktu yang diharapkan atau dengan kata lain sesuai dengan konsep penyembuhan luka akut dengan dikatagorikan sebgai :
·        Luka akut pembedahan , contoh insisi, eksisi dan skin graft
·        Luka bukan pembedahan, contoh lika bakar
·         Luka akut factor lain , contoh abrasi, laserasi, atau imnjuri pada lapisan kulit superficial
b)     Luka kronis
Adalah luka yang proses penyembuhannya mengalami keterlambatan atau bahkan kegagalan. Contoh luka dekubitus, luka diabetes dan leg ulcer.

v  Berdasarkan kehilangan jaringan.
a.       Superficial : luka hanya terbatas pada lapisan epidermis
b.      Parsial (partial thickness) luka meliputi epidermi dan dermis
c.       Penuh(full thickness) luka meliputi epidermis, dermis dan jaringan sub kutan bahan dengan juga melibatkn otot, tendon, dan tulang

v  Berdasarakan stadium
a.       Stage 1 : Lapisan epidermis utuh, namun terdengan eritema atau perubahan warna
b.      Stage 2 : Kehlangan kulit superficial dengan kerusakan lapisan epidermis dan dermis, eritema di jaringan yang nyeri panas, dan edema.
c.       Stage 3 : Kehilangan jaringan sampai dengan jaringan sub kutan, dengan terbentuknya rongga (cavity), eksudat sedang samapi banyak
d.      Stage 4 : Hilangnya jaringan sub kutan dengan terbentuknya rongga yang melibatkan otot, tendon, dan atau tulang. Eksudat sedang sampai banyak.
v  Berdasarkan mekanisme terjadinya
a.       Luka Insisi (incised wounds), terjadi karena teriris oleh instrument yang tajam. Misalny ayang terjadi akibat pembedahan. Luka bersih (aseptic), biasanya tertutup oleh sutura atau setelahseluruh pembuluh darah yang luka di ikat  (ligasi).
b.      Luka memar (contusion Wound), terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikan oleh cedar pada jaringan lunak, perdarahan dan bengaak
c.       Luka lecet (Abraded Wound), terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.
d.      Luka tusuk (punctured wound), terjadi akibat adanya benda seperti peluru atau pisau  yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil.
e.       Luka gores (lacerated wound), terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca / kawat.
f.        Luka tembus (penetrating wound), luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar.
g.       Luka bakar (Combutsio), luka yang disebabkan oleh trauma panas, listrik, kimiawi, radiasi atau  suhu dingin yang ekstrim
v  Berdasarkan penampilan
a.       Nekrotik, (hitam), Eschar yang mengeras dan nekrotik, mungkin kering atau lembab
b.      Sloughy (kuning), jaringan mati yang fibrous
c.       Terinfeksi (kehijauan), terdengan tanda-tanda klinis adanya infeksi seperti nyeri, panas, bengkak, kemerahan dan peningkatan eksudat.
d.      Granulasi (merah), jaringan granulasi yang sehat
e.       Epitalisasi (pink), terjadi epitelisasi.

C.PROSES PENYEMBUHAN LUKA
Penyembuhan luka merupakan suatu proses penggantian   jaringanyang mati/rusak dengan jaringanbaru & sehat oleh tubuh dengan jalan regenerasi
Penyembuhan luka meliputi 2 kategori yaitu :
ü  Pemulihan jaringan → Regenerasi jaringan pulih seperti semula baik struktur maupun fungsinya
ü  Repair → Pemulihan atau penggantian oleh jaringan Ikat ( Mawardi Hasan, 2002)

Fase penyembuhan luka terdiri dari :
1)     Fase koagulasi dan inflamasi (0-3 hari)
Koagulasi merupakan respon yang pertama terjadi sesaat setelah luka terjadi dan melibatkan platelet. Pengeluaran platelet menyebabkan vasokontriksi. Proses ini bertujuan untuk hemostasis sehingga mencegah perdarahan lebih lanjut.
Fase inflamasi selanjutnya terjadi beberapa menit setelah luka terjadi berlanjut sekitar 3 hari. Fase inflamasi memungkinkan pergerakan leukosit (utamanya Neutrifil). Neotrofil selanjutnya memfagosit dan membunuh bakteri dan masuk ke matriks fibrin dalam persiapan pembentukkan jaringan baru .
2)     Fase proliferasi / rekonstruksi (2-24hari)
Apabila tidak ada infeksi / kontaminasi pada fase inflamasi, maka proses penyembuhan selanjutnya memasuki tahapan proliferasi / rekonstruksi.
Tujuan utama fase ini adalah :
a.       Proses granulasi (untuk mengisi ruang yang kosong pada luka)
b.      Angiogenesis (pertumbuhan kapiler baru)
Secara klinis akan tampak kemerahan pada luka. Angiogenesis terjadi bersamaan dengan fibrioplasia. Tanpa proses angiogenesis sel-sel penyembuhan tidak dengan bermigrasi, replikasi, melawan infeksi dan pembentukkan atau deposit komponen matriks baru.
c.       Proses konstriksi (untuk menarik kedua tepi luka agar saling berdekatan).
Menurut Hunt (2003) konstraksi adalajh peristiwa fisiologi yang menyebabkan terjadinya penutupan pada luka terbuaka. Konstraksi terjadi bersamaan dengan sintesis kolagen. Hasil konstraksi dari kolagen akan tampak.
3)     Fase Remodilling atau MAturasi (24 hari – 3 tahun)
Fase ini merupakan fase terakhir dan terpanjang pada proses penyembuhan luka. Aktifitas sintesis dan degradasi kolagen berada dalam keseimbangan. Serabut-serabut kolagen meningkat secara berthap dan bertambah tebal kemudian disokong oehproteinase untuk perbaikan sepanjang garis luka.kolagen menjadi unsure yang utama pada matriks. Serabut kolagen menyebardengan saling terikat dan menyatu serta berangsur-angsur menyokong pemulihan jaringan.
Akhir dari penyembuhan didengankan parut luka yang matang yang mempunyai kekuatan 80% disbanding kulit normal.

D.    TIPE-TIPE PENYEMBUHAN LUKA
1.      Primery Intention Healing
Jaringan yang hilang minimal, tepi luka dengan dirapatkan kembali melalui jahitan, klip atau plester.
2.      Delayed Primery Intention Healing
Terjadi ketika luka terinfeksi atau terkena benda asing yang menghambat penyembuhan.
3.      Secondary Healing
Proses penyembuhantertunda dan hanya bisa terjadi melalui proses granulasi, kontraksi dan epitelisasi. Secondary healing menghasilkan scar.

Tipe Penyembuhan Luka
1.      Penyembuhan Primer
·            Penyembuhan luka tanpa terdengannya proses infeksi & biasanya terjadi pada luka superfisial.
·            Biasanya tepi luka ditauntukan dengan jahitan
·            Penyembuhan primer  ini ditandai tidak tampak tanda inflamasi, sesudah 48 jam luka menutup & tidak terdengan tepi luka pada hari ke 7 & ke 9.     
                                                                                                           
2.      Penyembuhan sekunder
·            Terjadi pada luka yang luas, tepi luka berjauhan shg terbentuk rongga yang diisi oleh bekuan darah & jar.nekrotik
·            Ditandai dengan terdengannya :
a)      Jar.granulasi  Pucat atau tidak ada kemajuan penyembuhan luka, terlalu basah atau terlalu kering
b)      Ukuran luka ; tidak berubah atau meluas sesudah pus dikeluarkan
c)      eksudat, menebal atau dengan tanpa bau
d)     Jar. Epitel : Tidak terdengan atau terdengan disekitar luka

3.      Penyembuhan Tertier
·         Luka yang dibiarkan terbuka selama beberapa hari setelah tindakan debridemen, setelah diyakini bersih tepi luka dipertauntukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar